Dulu Terabaikan, 553 Kg Daun Ketapang Babel Kini Diekspor ke AS
PORTALNASIONAL.NET, PANGKALPINANG - Daun ketapang yang selama ini dianggap sebagai komoditas sederhana kini memiliki nilai ekonomi hingga menembus pasar internasional.
Sebanyak 553,24 kilogram daun ketapang asal Kepulauan Bangka Belitung akan diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai mencapai Rp266 juta.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) melakukan pemeriksaan terhadap komoditas tersebut sebelum diberangkatkan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daun ketapang memenuhi persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan sehingga dapat diterima di pasar Amerika Serikat.
Ekspor tersebut menunjukkan bagaimana komoditas yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas di tingkat lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dengan pasar yang lebih luas.
Kepala Karantina Babel Herwintarti mengatakan, peluang ekspor tersebut juga membutuhkan dukungan lintas instansi agar pelaku usaha daerah dapat memenuhi berbagai persyaratan untuk masuk ke pasar internasional.
Karantina Babel bersama Bea Cukai Pangkalpinang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Koperasi dan UKM, serta Bank Indonesia melakukan pendampingan dan koordinasi untuk mendukung ekspor daun ketapang.
Dari sisi karantina, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan ketentuan karantina yang ditetapkan negara tujuan.
Daun ketapang menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang dikembangkan untuk pasar ekspor. Terbukanya akses pasar tersebut sekaligus menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Herwintarti mengatakan, kolaborasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar semakin banyak pelaku usaha daerah mampu memenuhi persyaratan pasar internasional.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan persyaratan ekspor, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar komoditas asal Bangka Belitung.
Karantina Babel menyatakan akan terus mendukung akselerasi ekspor melalui pelayanan dan pendampingan terhadap komoditas berisiko rendah (low risk) yang memiliki peluang memasuki pasar global.
Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

